Bolehkah Berqurban Khusus Untuk Mayit Karena Adanya Wasiat?

Telah dijelaskan bahwa berqurban dengan niat mengkhususkan pahalanya bagi orang yang telah meninggal itu TIDAK ADA contohnya dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam maupun para shahabatnya radhiallahu 'anhum.

Yang jadi masalah, bagaimana kalau misalnya orangtua kita berwasiat jika tahun ini dia ingin berqurban, tetapi beliau keburu meninggal? 

Apakah wasiat ini boleh dan bahkan harus dijalankan ?

Untuk menjelaskan persoalan ini ada baiknya kita lihat fatwa Syaikh Al-Utsaimin rahimahullah berikut ini, 

"Berqurban untuk orang yang telah meninggal DISEBABKAN KARENA ADANYA WASIAT SEBELUMNYA, maka MELAKSANAKAN WASIAT INI WAJIB, kecuali (jika si penerima wasiat) tidak mampu untuk menunaikannya.

Landasan hukum masalah ini adalah Firman Allah Ta’ala: 

"Barangsiapa mengubahnya (wasiat itu), setelah mendengarnya, maka sesungguhnya dosanya hanya bagi orang yang mengubahnya. Sungguh, Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui". - (QS. Al-Baqarah: 181). 

(Ahkamul Udhiyyah wad Dzukaat, karya Syaikh Al-Utsaimin rahimahullah [hal.6])

Apa yang dikatakan oleh Syaikh Al-Utsaimin rahimahullah di atas sama dengan apa yang pernah disampaikan oleh Imam Nawawi rahimahullah yang pernah berkata:

“Tidak sah qurban untuk orang lain selain dengan izinnya. Tidak sah pula qurban untuk mayit jika ia tidak memberi wasiat untuk qurban tersebut".  (Mughnil Muhtaaj [III:92])

Kesimpulan : 

Bila sebelum meninggal seseorang itu berwasiat agar disembelihkan hewan qurban atas namanya, maka si penerima wasiat wajib melaksanakan wasiat itu selagi sang penerima wasiat mampu melakukannya. 

Adapun menyembelih hewan qurban khusus hanya atas nama orang yang telah meninggal yang sebelumnya tidak ada wasiat darinya, maka tidak diperbolehkan, karena tidak ada tuntunannya dari Nabi shallallahu alaihi wa salam.

~Ustadz Berik Said

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama